Guru Inspiratif

Januari 2025

Siti Anisah, S.Pd.: Guru Inspiratif dengan Dedikasi Tanpa Batas

Di sudut kecil Dusun Kutan 1, Brosot, Galur, Kulon Progo, terdapat sebuah sekolah yang menjadi tempat lahirnya generasi emas bangsa, TK IT Mutiara Insani. Di balik suksesnya lembaga pendidikan ini berdiri seorang pendidik yang penuh dedikasi dan semangat, Siti Anisah, S.Pd., seorang guru inspiratif yang telah mengabdikan dirinya sejak 17 Juli 2006.

Mengajar dengan Motivasi Iman
Mengutip hadits, “Sampaikanlah walaupun satu ayat,” Siti Anisah meyakini bahwa mendidik adalah salah satu jalan yang penuh berkah. Ia juga percaya bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal jariah yang akan terus mengalir pahalanya, bahkan setelah seseorang meninggal. Keyakinan inilah yang menjadi motivasi utamanya dalam meniti jalan sebagai pendidik.

Mengatasi Tantangan dengan Refleksi dan Kolaborasi
Setiap tantangan dalam mengajar dihadapinya dengan evaluasi yang matang, refleksi mendalam, dan kolaborasi bersama rekan sejawat, kepala sekolah, maupun partner kelas. Prinsip kerja sama ini membuat Siti Anisah mampu menghadapi berbagai kesulitan dengan tenang dan bijak.

Pengalaman Berkesan dan Pendekatan Personal
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Siti Anisah adalah ketika ia mendapatkan kesempatan mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membangun jaringan kolaborasi dengan guru-guru dari jenjang yang berbeda.
Dalam menghadapi anak yang sulit, ia selalu memulai dengan mencari tahu penyebab masalah, menerapkan segitiga restitusi, membangun komunikasi yang baik, memberikan bimbingan, dan tidak lupa selalu mendoakan mereka.

Filosofi Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa
Sebagai seorang guru, Siti Anisah memiliki tujuan mulia, yaitu menyiapkan generasi bangsa yang berkarakter. Ia meyakini bahwa pendidikan karakter, keteladanan, kemandirian, dan kemampuan menyelesaikan masalah adalah bekal penting bagi siswa untuk menghadapi masa depan.

Harapan untuk Pendidikan
Dengan kontribusi kecilnya, Siti Anisah berharap dapat membawa manfaat dan perubahan dalam dunia pendidikan. Baginya, setiap usaha sekecil apa pun akan berdampak besar jika dilakukan dengan niat dan dedikasi.

Pesan untuk Generasi Muda
Ia berharap siswa-siswanya kelak menjadi generasi yang berkarakter, mampu membangun peradaban, dan siap menghadapi tantangan zaman. Untuk membantu siswa menemukan minatnya, Siti Anisah selalu mengobservasi, berdiskusi dengan orang tua, dan memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dengan percaya diri.

Motto Hidup: “Setiap Kesulitan Pasti Ada Kemudahan”
Di tengah perjalanan kariernya, Siti Anisah tetap teguh pada motto hidupnya, “Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.” Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Dengan dedikasi dan keikhlasan hati, Siti Anisah, S.Pd. telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di lingkungannya. Ia adalah bukti nyata bahwa seorang guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pembentuk masa depan bangsa.

Tri Susanti S.Pd., M.Psi: Sang Pecinta Seni dan Guru yang Menginspirasi

Tri Susanti, S.Pd., M.Psi., adalah seorang pendidik berdedikasi yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan anak usia dini sejak tahun 2004. Saat ini, beliau mengajar di TK PGRI Taruban, Sentolo, Kulon Progo. Perjalanan panjangnya dalam dunia pendidikan dimulai dari TK PKK Panjatan hingga menjadi TK Negeri Pembina Panjatan sebelum akhirnya bergabung dengan TK PGRI Taruban pada tahun 2011.

Selain sebagai guru kelas, beliau juga aktif mengajar ekstrakurikuler menari di berbagai sekolah, baik TK maupun SD. Kecintaannya pada seni dan budaya terus berkembang seiring dengan keterlibatannya dalam berbagai misi budaya tingkat daerah maupun nasional.

Riwayat Pendidikan

  • SMKI Jurusan Seni Tari
  • D3 Tata Rias AKS AKK Yogyakarta
  • S1 Jurusan Tata Busana PKK UST Yogyakarta
  • D2 PGTK Bina Insan Mulia Yogyakarta
  • S2 Psikologi Sain UAD Yogyakarta

Dedikasi dan Prestasi Tri Susanti dikenal sebagai figur inspiratif yang berkontribusi besar dalam dunia pendidikan. Beliau aktif sebagai narasumber Kurikulum 2013 sejak tahun 2015 dan menjadi Instruktur Nasional PKB pada periode 2016-2020. Selain itu, beliau juga terlibat dalam berbagai program pelatihan, seperti:

  • Guru Inti PKP (2020-2021)
  • Fasilitator PAUD HI (2021-sekarang)
  • Pengajar Diklat Berjenjang Kemendikbud (2021-sekarang)
  • Penyusun Buku Ajar Pendidikan Karakter untuk TK (2017, 2018)
  • Penyusun Silabus Pendidikan Karakter (2021)
  • Narasumber Pendidikan Karakter Dinas Dikpora Kulon Progo
  • Narasumber berbagai kegiatan Taman Kanak-kanak Kabupaten Kulon Progo
  • Fasilitator Media Audio Pembelajaran ke Daerah 3 TK BPMRPK
  • Nara sumber Suara PAUD Indonesia Radio Edukasi PBMRPK
  • Membuat karya tari dan gerak lagu untuk media pembelajaran

Di bidang prestasi, beliau telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya:

  • Juara 1 Guru TK Berprestasi Tingkat Kabupaten Kulon Progo (2019)
  • Juara 3 Guru TK Berprestasi Tingkat DIY (2019)
  • Beberapa kali juara lomba Membuat Cerita bergambar tingkat Kabupaten dan DIY

Sebagai mentor Porseni IGTKI DIY, beliau membimbing siswa dalam berbagai kompetisi dan berhasil meraih banyak penghargaan. Selain itu, beliau juga aktif dalam organisasi profesi sebagai pengurus PGRI Kabupaten Kulon Progo dan IGTKI-PGRI Kabupaten Kulon Progo.

Peran dalam Seni dan Masyarakat Sebagai sosok yang mencintai seni dan budaya, Tri Susanti aktif membina kegiatan budaya di lingkungan TK PGRI Taruban. Keaktifannya juga terlihat dalam perannya sebagai juri berbagai lomba di lingkungan Dinas Dikpora, IGTKI, dan masyarakat. Di luar dunia pendidikan, beliau turut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk menjadi panitia pemilihan perangkat desa dan donatur tetap masjid di pedukuhannya. Selain itu, beliau juga telah mewakafkan tanah untuk pemakaman di pedukuhannya sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan segala dedikasi dan kontribusinya, Tri Susanti, S.Pd., M.Psi. adalah sosok inspiratif yang memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Menjadi Teladan yang Menggerakkan

Sukiyem, S.Pd., adalah sosok guru yang tak hanya mengajar tetapi juga menginspirasi. Mengabdi sebagai pendidik di TK Sadewa, Wates, Kabupaten Kulon Progo, beliau dikenal sebagai Guru Penggerak sekaligus Pengajar Praktik yang penuh dedikasi. Dalam kesehariannya, Bu Sukiyem tak hanya hadir sebagai pengajar, melainkan sebagai sosok yang sepenuh hati membersamai proses tumbuh kembang anak-anak usia dini.

Ketika ditanya tentang motivasi menjadi guru, Bu Sukiyem menjawab dengan tulus bahwa ia merasakan kebahagiaan luar biasa saat melihat anak-anak berkembang dengan baik. Menjadi pendamping mereka dalam setiap fase perkembangan adalah kebanggaan tersendiri baginya. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Sosok guru baginya adalah pribadi yang “digugu lan ditiru” dalam artian memberi teladan perilaku dan karakter yang baik. Di sisi lain, profesi ini juga menjadi cermin untuk terus belajar. “Saya merasa malu jika anak didik saya pintar, tetapi gurunya tidak tahu apa-apa,” ujarnya. Semangat untuk berbagi pengetahuan menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi dirinya.

Sebagai Guru Penggerak, Bu Sukiyem terus berusaha menghadirkan pembelajaran yang kreatif, variatif, dan bermakna. Ia selalu hadir secara utuh untuk peserta didik, mendorong mereka agar percaya diri, kreatif, eksploratif, dan kolaboratif. Yang membuatnya berbeda dari guru lain adalah konsistensinya dalam refleksi diri serta keberaniannya mengambil langkah-langkah maju dengan bertumpu pada kekuatan yang dimilikinya.

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kariernya adalah ketika berhasil meraih Juara I Guru Berprestasi tingkat Kabupaten pada tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang membanggakan.

Menghadapi tantangan dalam mengajar, Bu Sukiyem tidak tinggal diam. Ia terus mengembangkan diri dengan mengikuti pelatihan, belajar mandiri melalui berbagai platform seperti Ruang Guru, dan menggali metode-metode pembelajaran serta manajemen waktu yang efektif. Kolaborasi menjadi kunci penting dalam strategi mengajarnya baik dengan rekan sejawat, kepala sekolah, orang tua, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan pendekatan manajemen aset, ia mampu memaksimalkan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi anak-anak.

Dalam menjalankan profesinya, Bu Sukiyem menghayati filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sesuai kodrat alam dan zamannya. Ia percaya bahwa pendidikan sejati adalah yang berpihak pada anak, memberikan ruang untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya, serta menanamkan karakter luhur dalam diri mereka. Bagi Bu Sukiyem, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga motivator dan inspirator yang mendorong anak-anak mencapai tujuan terbaiknya.

Visi beliau sebagai guru adalah menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan. Dengan cara mendidik, membimbing, dan menjadi teladan, Bu Sukiyem membuktikan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari ruang kelas kecil di TK Sadewa, Wates.